Imunisasi , saya rasa semua Bunda mengetahui apa imunisasi itu karena setiap bulannya bagi para Bunda yang mempunyai bayi pasti akan rutin membawa bayinya untuk imunisasi.
Yap.. Imunisasi atau bisa disebut juga vaksinasi adalah pemberian kekebalan dalam tubuh berupa vaksin yang nantinya vaksin tersebut akan merangsang sistem imun tubuh agar memproduksi antibodi terhadap virus dan bakteri yang menyebabkan infeksi tertentu. Antibodi inilah yang nantinya berperan dalam mengenali dan menyerang kuman sehingga anak terlindungi dari penyakit.
Sayangnya Bunda, ada beberapa orangtua yang malah sengaja tidak mengimunisasi putra putrinya dengan alasan khawatir akan efek samping imunisasi itu sendiri. Padahal, efek samping imunisasi yang ditimbulkan jauh lebih rendah daripada risiko komplikasi penyakit yang dibuatkan vaksinnya.Contoh riilnya, pada tahun 1970 dan 1980-an,karena munculnya kekhawatiran keamanan vaksin,jumlah anak di Inggris yang menerima vaksin pertusis (batuk mendengking) menjadi turun dari 80% menjadi 30% saja. Akibatnya saat muncul wabah pertusis ratusan ribu anak mengalami infeksi dan 100 anak meninggal karena penyakit itu.
Karena itulah kesadaran akan pentingnya imunisasi perlu dibangun agar kita tidak menyesal di kemudian hari. Bayangkan jika putra dan putri Bunda terjangkiti penyakit yang serius gara-gara tidak diimunisasi, tentunya kasian sekali mereka,tidak mendapatkan hak kesehatan yang seharusnya mereka miliki hanya gara-gara orangtuanya takut anaknya panas atau rewel setelah diimunisasi.
Ada beberapa penyakit yang bisa dihindari dengan vaksinasi khususnya bagi anak-anak.
Penyakit | Penyebab | Reaksi pada anak |
Difteri | Bakteri | Infeksi dada dan tenggorokan yang serius |
Campak | Virus | Demam dan ruam, terkadang disertai infeksi telinga, kejang pneumia,kerusakan otak |
Gondong | Virus | Peradangan dan pembengkakan kelenjar ludah, pada kasus serius disertai peradangan pada testis, pankreas dan otak, meningitis dan ketulian |
Poliomeilitis (polio) | Virus | Mirip meningitis,kerusakan saraf,kelemahan otot,kelumpuhan anggota tubuh,masalah pernapasan |
Rubella ( campak Jerman) | Virus | Mengakibatkan penyakit ringan dan timbul ruam, namun jika mengenai wanita hamil dapat mengakibatkan keguguran dan kerusakan janin ( tuli,buta,gangguan jantung dan otak) |
Hemofilus influenza B ( Hib) | Bakteri | Pneumia meningitis dan infeksi tenggorokan yang serius ( epiglotitis) |
Meningokokus grup C | Bakteri | Meningitis dan keracunan darah |
Pertusis(batuk mendengking) | Bakteri | Batuk yang parah dan kadang disertai pneumia dan kerusakan otak |
Pneumokokus | Bakteri | Pneumia, meningitis dan keracunan darah. Kadang disertai infeksi telinga tengah (otitis media) |
Tetanus | Bakteri | Kejang otot parah dan menyakitkan. Bisa mengakibatkan kematian |
Nah, yang jadi pertanyaan adalah Kapan waktu yang baik untuk imunisasi. Bunda, tahukah Bunda semua bahwa sejak lahir putra putri kita sudah memiliki antibodi bawaan yang diturunkan Sang Ibu pada anaknya melalui plasenta saat di dalam kandungan. Namun antibodi tersebut hanya untuk penyakit tertentu saja, seperti campak,rubella dan gondong, itupun hanya bertahan selama beberapa bulan setelah bayi lahir. Maka dari itu dibutuhkan antibodi tambahan dengan memberikan vaksin pada putra putri kita sejak usia 2 bulan untuk memastikan kekebalan tubuhnya tetap berlanjut. Beberapa vaksin memang diberikanlebih dari satu suntikan dan diberikan pada waktu yang berbeda beda dan Bunda semua dianjurkan untuk memenuhi jadwal imunisasi agar Putra putri kita terlindungi dalam jangka panjang. Perlu Bunda ketahui juga bahwa vaksinasi yang diberikan Pada putra putri kita tidak akan membebani mereka karena sistem imun mereka mampu untuk menghadapi vaksin-vaksin tersebut.
IMUNISASI RUTIN BAGI ANAK-ANAK
Usia | Vaksin suntikan |
2 bulan | · Difteri (D) + Tetanus (T)+ Pertusis (P) + Polio + Hemofilus Influenza B { DPT/Polio/Hib} · Pneumokokal (PCV) |
3 bulan | · DPT/Polio/Hib ( dosis kedua) · Meningitis C ( MenC) |
4 bulan | · DPT/Polio/Hib ( dosis ketiga) · MenC ( dosis kedua) · PCV ( dosis kedua) |
12 Bulan | · Vaksin gabungan Hib ( dosis keempat) + MenC ( dosis ketiga) |
13 Bulan | · Campak ( Measles=M) + Gondong (Mumps=M) + Rubella (R) {MMR} · PCV ( dosis ketiga) |
4-5 tahun ( tambahan pra sekolah) | · DPT/Polio · MMR ( dosis kedua) |
13-18 tahun( sebelum meninggalkan sekolah) | · Difteri ( dosis rendah) + tetanus + polio |
Dan kapankah seorang anak tidak boleh menerima imunisasi? Seorang anak tidak dianjurkan untuk diberikan imunisasi jika dalam keadaan demam, karena efek samping dari imunisasi akan memperburuk demam yang diderita anak. Namun jika anak kita hanya flu dan atau batuk saja tanpa mengalami demam, maka imunisasi bisa dilaksanakan.
Imunisasi sebagaimana obat pasti juga memiliki efek samping, namun seperti yang saya katakan tadi bahwa efek sampingnya tidaklah sebesar resiko terkena penyakit yang diimunisasikan, Bunda, putra putri kita akan mengalami demam selama beberapa hari dan mungkin akan sedikit rewel karena nyeri yang diakibatkan oleh suntikan imunisasi. Dan pada kurun waktu 1-2 minggu setelah anak mendapat imunisasi MMR satu dari sepuluh anak mengalami ruam dan satu dari lima belas anak mengalami demam. Dan setelah 3-4 minggu satu dari lima puluh anak mengalami pembengkakan ringan di wajah serupa gondongan.
Namun Bunda, meskipun sudah imunisasi, Bunda harus tetap waspada terhadap kesehatan putra putri Bunda, karena imunisasi tentunya tidak selalu terlindungi secara penuh, iya donk Bunda, kita saja sebagai manusia kan juga gak sempurna, apalagi imunisasi yang notabene dibuat oleh manusia juga.. he he.. 5-10 % anak tidak menjadi imun terhadap campak & gondong dan 1-3% anak tidak imun terhadap pada rubella setelah imunisasi pada tahap pertama. Tapi sebagian besar anak menjadi imun pada imunisasi tahap kedua.
Bunda... Imunisasi adalah hal yang penting dan sangat dianjurkan bagi putra putri kita. Itu adalah hak kesehatan yang harus mereka miliki. Meskipun imunisasi tidak memberikan perlindungan secara penuh, namun imunisasi akan sangat membantu anak terhindar dari berbagai penyakit. Mereka akan memiliki tameng dalam tubuh mereka yang siap membantu kapan saja dibutuhkan. Bunda tidak perlu khawatir kalau imunisasi itu tidak aman, buktinya selama ini saya mengimunisasi putra saya secara rutin setiap bulan tapi tidak pernah ada efek samping yang berarti. Rewel setelah imunisasi adalah biasa jika dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari imunisasi. Bunda jangan membandingkan kita dengan orang jaman dahulu yang tidak imunisasi tapi tetap sehat, lingkungan kita sekarang sangat berbeda dengan mereka dulu, sekarang polusi, sampah dan penyakit sudah menyebar dimana-mana,jadi diperlukan perlindungan tambahan untuk menghadapi lingkungan yang kritis ini, dan imunisasilah jawabanya. Jadi apakah Bunda masih ragu untuk membawa putra putrinya imunisasi???

Tidak ada komentar:
Posting Komentar