Rabu, 13 April 2011

Alergi Pada Anak

              Alergi adalah hal yang sangat umum terjadi pada putra putri kita Bunda, hampir  40 persen anak mengalami kondisi ini. Alergi adalah suatu reaksi berlebihan yang diberikan tubuh terhadap suatu zat yang masuk ke dalam tubuh walaupun sebenarnya zat itu tidak berbahaya bagi orang lain. Zat ini disebut alergen. Orang lain yang tidak alergi dengan zat tersebut akan bereaksi normal, namun berbeda dengan orang yang alergi, sistem kekebalan tubuhnya akan membangun pertahanan seolah-olah zat itu berbahaya. Nah, usaha tubuh untuk melawan inilah Bunda yang akan menghasilkan bahan-bahan kimia yang menimbulkan gejala reaksi alergi termasuk histamin. Akibatnya, bahan kimia tersebut memberikan efek , antara lain membuat selaput hidung dan jalan napas membengkak, melebarkan pembuluh darah, merangsang kelenjar menghasilkan lendir serta menyebabkan otot jalan napas menciut.
              Gejala alergi bisa bervariasi pada tiap jenis alergi dan berbagai anak. Alergi musiman hanya terjadi sementara waktu saja, misalnya alergi serbuk sari. Sedangkan Alergi parenial atau tahunan bisa terjadi sepanjang tahun, misalnya alergi makanan. 
Beberapa alergen umum yang ada di sekitar kita antara lain:
  •        alergen di udara: serbuk sari pohon dan rumput, kutu debu, jamur, bulu kucing& anjing.
  • alergen dari makanan: telur, kacang-kacangan,ikan dan kerang.
Alergen di udara dapat mengakibatkan bersin, hidung tersumbat, gatal pada hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, dan mata berair,merah atau gatal.
Sedangkan alergen dari makanan dapat mengakibatkan gatal pada mulut dan tenggorokan,ruam,bintil merah pada kulit,nyeri perut, mual dan muntah.
       Namun Bunda tidak perlu khawatir, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan agar putra putri kita tercinta tidak mudah terkena alergi, antara lain :
  1. Jika Bunda tahu bahwa Si Kecil alergi terhadap suatu makanan, maka sebisa mungkin hindarkan makanan tersebut darinya. Perhatikan jajananya, beberapa makanan olahan dimasak dengan minyak kacang yang bisa mengakibatkan alergi, selalu baca label kemasan makanan. Jika makan di restoran, maka Bunda harus menanyakan betul komposisi makanan yang akan dipesan.
  2. Selama musim serbuk sari, tutuplah pintu dan jendela. Bila Si Kecil baru pulang dari kegiatan luar ruanganya, maka segera ganti pakaianya dan mandikan dia.
  3. Jaga agar rumah tetap kering, terutama kamar mandi, agar jamur tidak merajalela di rumah Bunda.
  4. Bersihkan secara teratur perlengkapan tidur di rumah, dan berikan sarung bantal dan guling yang khusus agar kutu debu tidak bisa masuk.
  5. Jika Si Kecil alergi terhadap hewan peliharaan maka mandikan hewan peliharaan Bunda secara teratur dan jangan biarkan masuk ruamgan di mana Si Kecil berada. Namun Jika alergi bertambah parah maka perlu memikirkan untuk memberikan rumah lain bagi hewan Bunda. 
  6. Berikan pengertian pada Si Kecil bahwa dia laergi terhadap suatu zat maka dia sebisa mungkin dia harus menghindari zat tersebut. Pastikan juga orang-orang di sekitarnya tahu tentang alergi putra putri kita Bunda, sehingga mereka bisa ikut menjaga saat Si Kecil sedang beraktivitas di luar pengawasan kita. 
Sampai sekarang masih belum ada pengobatan untuk alergi, tetapi kita bisa mengurangi reaksi alergi. Bunda harus mengunjungi dokter untuk memastikan apakah itu benar alergi dan mendapatkan saran terbaik untuk menghadapinya.
Dokter bisa menyarankan berbagai perawatan untuk mengurangi gejala alergi putra putri kita .
  • Tablet atau sirup antihistamin dapat mengurangi gejala dari reaksi alergi.
  • semprotan hidung atau tetes mata dapat membantu mengurangigejala yang mengenai hidung dan mata.
  • Membawa pena adrenalin atau biasa disebut epinefrin yang dapat disuntikan bila terjadi reaksi alergi yang parah. Pena ini terdiri atas tabungsuntik dengan jarum yang sudah terpasang dan berisi adrenalin. Pena ini harus ditekan kuat ke bagian luar paha dan akan dengan otomatis menyuntikan adrenalin ke dalam otot. Adrenalin mampu membantu mempertahankan anak sampai mendapat bantuan medis.
  • Imunoterapi, dilakukan pada orang-orang yang tidak merespon pengobatan lain,biasanya pada orang yang alergi serbuk sari atau sengatan serangga. dibutuhkan waktu 3 tahun dengan satu kunjungan setiap enam minggu dan berlangsung selama beberapa jam. Efeknya bisa bertahan selama bertahun tahun. 
Bunda harus segera mencari bantuan medis jika:
  • Si Kecil mengalami reaksi alergi yang parah atau jika Bunda telah menyuntikan adrenalin untuk sutu reaksi alergi yang parah.
  • Si Kecil memiliki asma, karena asma akan semakin parah jika Si Kecil terkena alergi, segera hubungi bagian medik darurat.
Nah, itu sekilas tentang alergi, semoga dapat memberi tambahan informasi bagi semua Bunda dimanapun Bunda berada...  
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar